Thursday, 4 April 2013

Hartamu Bukan Hartamu

Assalamualaikum saudaraku :)
Terinspirasi dari pengalaman pribadi hingga akhirnya aku posting disini. Seperti kita tahu, semua yang ada di muka bumi ini adalah milik Allah dan semua akan kembali juga pada Allah. Begitupun dengan harta yang kita miliki sejatinya harta tersebut adalah milik Allah atau titipan Allah. Karena titipan itulah maka Allah dapat kapan saja mengambilnya. Sebagai contoh, tujuh bulan yang lalu adalah awal aku menyandang status mahasiswa setelah 12 tahun lamanya menyandang status siswa. Ketika itu euforia maba miba sangat aku nikmati. Berbagai kegiatan kampus yang diadakan dalam rangka mengisi masa orientasi sebelum masuk perkuliahan aku ikuti satu demi satu dengan gembira. Suatu hari ketika libur akhir pekan aku merencanakan untuk bersilahturahmi di kost salah satu teman yang kuliah di UGM. UII Jakal ke UGM tidak terlalu jauh I think. Aku menuju ke bawah dengan menunggang angkutan umum, maklum masih maba jadi kiriman motor dari orang tua belum sampai so apa boleh buat angkutan umumpun jadi pilihan utamaku kalau ingin bepergian. Kebetulan waktu itu di UGM sedang ada pentas seni, tanpa pikir panjang aku dan temanku pergi menonton pentas seni tersebut. Hingga akhirnya waktu sudah malam, jika aku harus pulang keatas rasanya tak mungkin. Temanku menawarkan aku menginap sehari di kost dia, akhirnya akupun menginap. Setelah itu pagi harinya kami berdua jalan-jalan di sekitar lembah UGM untuk menikmati Sunday Morning yang orang-orang bilang SUNMOR (Sunday Morning). Selain untuk tepat jogging, disekitaran lembah juga banyak orang menjajakan berbagai macam dagangannya. Saking padat dan ramainya minggu itu, aku yakin sekali pasti juga rawan terjadi pencopetan. Tapi sebagai makhluk Allah kita harus selalu positive thinking dong, sama halnya denganku. Suatu ketika aku hampir saja tertabrak motor yang melaju didepanku, ketika aku menghindar dibelakangku ternyata sudah ada mobil yang sedang berjalan dan aku tak sengaja menyenggol spion mobil tersebut. Alhasil patah deh itu spion. Tapi sang pemilik mobil tidak berhenti untuk meminta tanggung jawabku. Akhirnya akupun berdoa pada Allah "Ya Allah, ijinkanlah aku mengganti spion yang aku patahkan itu Ya Allah bagaimanapun caranya." Rupanya Allah mendengar doaku, ketika aku pulang keatas seperti biasa aku harus menunggu angkutan umum di pinggir jalan. Setelah angkutan datang,tanpa ragu aku masuk dan duduk di sebelah kiri jendela. Entah apa yang terjadi disekitarku aku tak peduli, aku hanya konsentrasi pada jalan. Dan Alhamdulillahnya ketika sudah sampai di depan UII aku turun dan mengeluarkan uang dari dompet yang nantinya aku bayarkan ke sopir angkot aku melihat tasku sudah robek. Aku cek sekali lagi, dompet tidak hilang tapi 2 handphone ku raib. Subhanallah sekali ya :-). Setelah kejadian itu, aku menjadi trauma naik angkot dan senantiasa was-was dalam menjalani hidup termasuk ikhlas dan bersedekah. Karena semua yang menjadi milik kita adalah milik Allah. Dalam contoh ini, terbukti Allah Maha Adil dengan mengganti spion yang rusak dengan 2 handphone itu (analisis sendiri sih). Contoh kedua, satu minggu yang lalu aku kehilangan dompet di sekitaran kost aku. Uang, kartu kredit, KTP, KTM dan identitas diri lainnya raib entah dimana. Aku sadar bahwa aku ketika itu menunda-nunda dalam memberi sedekah pada yang membutuhkan. Rupanya Allah memperingatkanku lagi, Alhamdulillah Ya Allah terimakasih :)
Dari dua contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa :
- Harta kita adalah bukan harta kita, melalinkan milik Allah. Jadi jangan terlena dengan semua yang kita miliki karena suatu saat Allah akan mengambilnya.
- Harta kita sesungguhnya adalah harta yang kita belanjakan di jalan Allah. Ketika kita sedekah infaq di masjid, nah itulah yang menjadi harta kita. Jadi bukan yang kita miliki sekarang, melainkan yang kita belanjakan di jalan Allah.
- Allah Maha Adil
- Allah Maha Mengabulkan Doa
- Jadi jangan menunda-nunda dalam berbuat baik, senantiasa bersedekah, dan selalu berpikir positif. Karena apa yang kita pikirkan itu yang bakal terjadi, biasanya seperti itu.
Baiklah cukup sekian ceritaku hari ini, ini ceritaku mana ceritamu? :D

2 comments:

  1. coba di kasih paragraf, biar bacanya jadi lebih enak :)

    ReplyDelete
  2. oya benar sekali, maaf kemarin terburu-buru ngepostnya :)

    ReplyDelete