entah apa yang membuatku seperti ini
sekedar twit atau bisa dibilang pengalaman pribadi
haha entahlah :D
ibarat kapal, dia lagi mencari pelabuhan yang tepat untuk
bersinggah.
singgah ke pelabuhan A, ternyata dia gak nyaman lalu singgah
ke pelabuhan B. begitu seterusnya sampe dia menemukan pelabuhan yang tepat.
dia juga mungkin tak pernah mengerti gimana perasaan
pelabuhan yang dia singgahi lalu dia tinggalkan.
banyak pelabuhan yang menantikannya kembali, termasuk
pelabuhan perikanan samudera cilacap *eh
semakin malam berlalu semakin rancu kata-kataku semakin tak
peduli kamu padaku u,u
bukan maksud hatiku menjelekkanmu namun tak lebih dari itu
*ups
akan selalu ku ingat nasihat sang ibu yang selalu
mengajariku arti cinta sesungguhnya. terimakasih ibu, ibu mencintaiku dan kapal itu tidak sama
sekali *loh
sudah sudah lupakan saja kapal itu, karena akan datang kapal
lain yang lebih indah mewah dan megah yang akan singgah di pelabuhanmu *.*
dan dia akan bukan hanya singgah, bahkan menetap di
pelabuhanmu untuk mencintai segala kekurangan dan kelebihanmu ^^
itulah yang Tuhan janjikan kepada pelabuhan sederhana yang
tak kenal lelah bermunajat mengharap kapal terbaik yang nantinya menetapinya.
banyak filosofi tentang kapal dan
pelabuhan, dan itu butuh lebih dari 140 characters ._.
malam semakin larut namun semangatku tak
boleh larut. sampaikan pada kapal itu "selamat melaut" (`._.`)
biarkan dia melaut dan singgah di pelabuhan yang ia
inginkan, yakinlah dia akan menetap di pelabuhanmu di saat yang tepat.
buatlah dia nyaman dan buat dia merasa bahwa kamulah
pelabuhan yang tepat dan sangat berharga baginya.
sehingga dia akan selamanya menetap di pelabuhanmu hingga
maut yang memisahkan.
yakinlah Tuhan punya rencana yang indah pada waktunya :))
No comments:
Post a Comment